Wednesday, November 21, 2012

Re: [DIKBUD] Belajar Budaya Malu dari Pendidikan di Jepang

 



Apakah ia sekolah swasta sudah begitu?gimana dengan negeri?diluar daerah gimana?berapakah yang menerapkan begitu?lalu bagaimana penerapan di rumah dan lingkungan?apakah itu sudah jadi kesadaran diri yang malu?malu karena pintar,malu karena membodohi orang lain,malu karena diurusi orang lain,malu karena membuka aib diri dan orang lain,malu karena menikam diri dan oranglain demi kepentingan diri atau golongan,malu karena melanggar aturan dan kode etik,malu karena maksain prinsip,malu karena menciptakan persepsi dan main judge,malu percaya pada fitnah dan gosip,malu karena nafsu,malu karena semua mencoba mematahkan,malu karena memaksakan mimpi?malu karena ,malu karena merasa hebat dengan mengetahui banyak hal,malu karena dikucilkan dimana2 bahkan di buang oleh siapapun dan dimanapun?lantas langkah apa yang harus di ambil?
Jepang memang hebat,mereka bukan islam,tapi kenapa bisa?dalam pandanganku kenapa menyelesaikan masalah dengan emosi dan kesombongan?gimana menyatukan semua perpecahan ini?

------------------------------
On Wed, Nov 21, 2012 9:03 PM ICT vhe_strowbelie@ymail.com wrote:

>Di sekolah2 swasta di sini sudah begitu kok. ^^
>Powered by Telkomsel BlackBerryョ
>
>-----Original Message-----
>From: "Nusantara Indonesia" <promosijapan@yahoo.co.jp>
>Sender: DIKBUD@yahoogroups.com
>Date: Wed, 21 Nov 2012 13:35:54
>To: <DIKBUD@yahoogroups.com>
>Reply-To: DIKBUD@yahoogroups.com
>Subject: [DIKBUD] Belajar Budaya Malu dari Pendidikan di Jepang
>
>Belajar Budaya Malu dari Pendidikan di Jepang
>Penulis : Riana Afifah | Senin, 19 November 2012 | 17:56 WIB
> 
>
>KOMPAS.com/Riana Afifah
>Para guru dari Pondok Pesantren yang berangkat ke Jepang berfoto bersama dengan Wakil Duta Besar, Makita Shimokawa dalam acara Penyerahan Sertifikat Kunjungan ke Jepang, di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/11/2012).
>
>TERKAIT:
>
> Belajar dari Jepang tentang Siswa Berkebutuhan Khusus
> 11 Guru Ponpes Dikirim ke Jepang
>
>JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan yang diberikan oleh orang tua maupun guru pada anak-anaknya pasti akan memberi pengaruh pada perilaku anak sehari-hari. Untuk itu, orang tua dan guru harus berhati-hati dan terus menyampaikan nilai-nilai positif dalam mendidik anak.
>
>Guru dari pondok pesantren Hifz Al-Qur'an Al Asror, Slamet Hidayat Bisri, mengatakan bahwa dirinya terkesima dengan kedisiplinan yang dilakukan oleh anak-anak di Jepang. Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) dapat dengan sendirinya menata sepatunya di rak sebelum masuk kelas sehingga tidak ada sepatu yang berantakan di lantai.
>
>"Saat berkunjung di Jepang, saya lihat anak SD bisa teratur. Sedangkan santri tempat saya yang umurnya lebih tua, hal simpel seperti menaruh sandal saat mau masuk mushola saja masih berebut," kata Slamet saat Penyerahan Sertifikat Kunjungan ke Jepang, di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/11/2012).
>
>Ia menuturkan bahwa ada empat sumber yang dijadikan bahan landasan dalam pola pendidikan di Jepang yaitu bahasa sebagai alat komunikasi, keterampilan menolong orang, filsafat hidup dan agama yang untuk orang Jepang adalah Budha. Satu hal yang menarik perhatiannya adalah masalah filsafat.
>
>"Dari filsafat ini, ternyata sekaligus mengajarkan budaya malu pada anak-anak ini. Yang mendasar malu jika tidak rapi, malu jika melanggar aturan termasuk buang sampah sembarangan," jelas Slamet.
>
>Dalam kesempatan yang sama, guru dari Pondok Pesantren As-Salaam, Muflih Wahyanto, mengungkapkan hal serupa. Anak-anak di Jepang sejak usia dini sudah mengenal baik masalah kebersihan dan kerapihan. Hal ini awalnya ditularkan lewat sekolah dan dijaga kelangsungannya oleh keluarga dan masyarakat.
>
>"Kadang kami sudah ajarkan di sekolah. Tapi saat di rumah atau di lingkungan masyarakat, anak-anak ini dibiarkan lagi," jelas Muflih.
>
>"Butuh sinergi yang baik antara sekolah, keluarga dan masyarakat dalam mendidik anak agar tumbuh baik," tandasnya.
>Editor :
>Caroline Damanik
>
>
>

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (3)
Recent Activity:
Sekolah Bahasa Jepang Pandan College 021-2727-2511
.

__,_._,___

No comments: