Saturday, December 22, 2012

Re: [DIKBUD] M Nuh : Membeli Masa Depan dengan Harga Sekarang

 

Topik ini betul-betul hangat. Seandaninya saya sebagai moderator, maka ada yang ingin saya sampaikan di dalam forum ini, sbb:

Pertama, apa yang dipaparkan dalam slide/ power point, merupakan impian dan harapan yang sangat baik. Itu sebabnya, saya justru kagum dengan isi paparan tersebut. Sebab banyak ide-ide di dalamnya yang bermakna positif merangkul dan meramu semua ide yang pernah dilontrakan oleh pengamat dan publik selama ini. Jadi, sebelum bereaksi saya berpikir positif lebih dahulu. 

Kedua, dalam menanggapi (menurut the Golden Ways, Mario Teguh), kita cermati yang baik-baik dulu, dalam hal ini khususnya esensi yang ada di dalam paparan tersebut. Dari sinilah kita akan memulai melihat celah-celah jika ada di dalam paparan yang diberi pengantar kata "Uji Publik". Dalam mencermati ini, di samping kita mencari sesuatu yang celah, kita juga sambil mengapresiasi bagian-bagian yang benar-benar, scientifically acceptable and recommendable. Jika tidak, se akan-akan semua isi paparan dalam power point tersebut semuanya salah. Kita harus bisa berpikir jernih dan kritis, bahwa di dalam power point/ slide tersebut pasti ada yang baik dan bisa diterima secara ilmiah.

Ketiga, Jika kita menilik proses INOVASI, maka setidaknya ada 3 tahapan (Snaider 1997), pertama adalah Diffusion, Kedu adalah Adption, dan Ketiga baru Innovation. Dari proses ini, maka langkah Mendikbud sebenarnya baru langkah pertama, yaitu Diffusion, yang artinya penyebaran ide-ide, atau istilah yang dipakai Mendiknas adalah "UJI PUBLIK". Dari proses Uji publik inilah, maka kita masuk proses yang kedua, yaitu Adoption. Tahap ini adalah, jika nantinya ide-ide yang disebarkan di publik hanya , katakanlah 20% atau 30 % saja yang menerima, maka sebaik apapun isi paparan dalam power point itu memang sulit dikerjakan atau (mulai inovasi itu susah).
Namun, jika nanti kenyataannya, publik, katakanlay bisa menerima 60% atau 70%, apalgi sampai 90%, maka hal seperti ini bisa dilakukan INNOVATION. Artinya, ide-ide di dalam slide sudah bisa dilaksanakan. inipun sambil memperhatikan yang tidak menerima, misalnya yang 40%, atau 30%, atau 10% dari publik yang belum bisa menerima ide-ide tersebut.

Sebab, tidak ada ide seseorang bisa diterima 100%. Sebab kalau ada ide bisa diterima 100% oleh publik (dalam proses Diffusion) itu memang sebuah keajaiban.

Nah, andaikan isi (baca ide-ide dalam slide yang dipaparkan oleh Mendikbud) diterima  70% pun maka itu bisa dilakukan, bisa dikerjakan. Sambil tetap memperhatikan yang 30%.  Tinggal sejauh mana kita (publik) menanggapi dan merspon isi paparan tersebut.

semoga penyampaian di atas bisa menjadikan moderator dalam menanggapi topik ini.

Salam ber "ide ria"
Djuwari
Surabaya


  

--- On Fri, 21/12/12, semino hadisaputra <semino2004@yahoo.com> wrote:

From: semino hadisaputra <semino2004@yahoo.com>
Subject: Re: [DIKBUD] M Nuh : Membeli Masa Depan dengan Harga Sekarang
To: "DIKBUD@yahoogroups.com" <DIKBUD@yahoogroups.com>, "IGI" <ikatanguruindonesia@yahoogroups.com>, "keluarga unesa" <keluargaunesa@yahoogroups.com>, "center" <cfbe@yahoogroups.com>, "sdislam" <sd-islam@yahoogroups.com>
Received: Friday, 21 December, 2012, 8:54 PM

 

Pernyataan ini menyesatkan.

"Kalau tidak dilakukan perubahan sekarang, nanti kita akan memproduksi
generasi usang, yang tidak cocok dengan zamannya. Akibatnya, nanti jadi
beban, sehingga memang harus dilakukan perubahan, meski dengan risiko
tidak populer.
"

Kalimat di atas digunakan untuk membingkai wacana bahwa perubahan kurikulum itu urgen dan harus sekarang tanpa ada kesempatan menelaah mendalam dan tuntas. Pesan yang hendak digaris bawahi adalah Kurikukulum 2013 adalah sesuatu yang 'harus' diterima. Untuk itu, you agree with me now, or all will be in a mess.

Dalam ilmu bahasa tingkat makro, ini disebut wacana manipulatif. Proposisi proposisi yang digunakan adalah proposisi proposisi yang non-faktual. kalimat kalimat yang diungkapkan di atas adalah wujud bentuk proposi prosisi yang berpijak pada desired state of affair atau hal hal yang seharusnya atau diinginkan yang ternasuk dalam wilayah ini adalah hal hal yang normatif atau nilai nilai moral. Jadi pernyataan di atas akan diamini oleh semua orang. Setiap orang akan mengiyakan bahwa perubahan itu perlu. Semua orang juga nggak ingin memproduksi generasi usang yang tidak sesuai dengan jaman. Siapapun setuju bertindak untuk melakukan perubahan baik. Proposi proposisi yang non faktual yang lepas dengan hal hal yang nyata tidak bisa dibantah. Prof Iwan pun setuju dengan (keinginan) Kemendikbud, tetapi tidak Kurikulum 2013. (Prof Iwan tahu wacana manipulatif ini).

Yang diperdebatkan adalah Kurikulum 2013, sesuatu hendak atau sedang kita telaah. Kurikulum itu adalah konsep dan detil detilnya serta instrumen instrumennya. Bukan slide slide yang tidak masuk subtansi kecuali nama nama isi kurikulum, seperti pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Aapakah hal hal tersebut dianggap tidak ada sebelumnya? Argumen argumen Kemendikbud selalu berada pada tataran desired state of affair bukan state of affairnya. Argumentasi mengapa perubahan harus seperti itu, mengapa harus sekarng, mengapa KTSP dianggap kedalu warsa sehingga harus dilakukan sekarang tidak ada, atau kalau memang ada alasan alasan yang benar benar kuat sampai saat ini belum atau tidak pernah disampaikan kecuali klaim klaim. Bukankan kurikulum itu secara akademik maupun practicability masih belum nampak? Yang konkrit konkrit ini selalu tidak jelas atau mungkin masih disembunyikan atau memang cacat. Kemendikbud hanya melontarkan kata "usang" yang harus membuat kita kawatir dan harus percaya apa solusi solusi Kemendikbud yang akan menjadi 'obat mujarab'. Metafor 'obat mujarab"  wilayah makna yang bisa diisi apa saja sesui dengan selera dan kepentingan penuturnya (Kemendikbud).

Salam
Semino
 

 From: Satria Dharma <satriadharma2002@yahoo.com>
To: IGI <ikatanguruindonesia@yahoogroups.com>; keluarga unesa <keluargaunesa@yahoogroups.com>; center <cfbe@yahoogroups.com>; sdislam <sd-islam@yahoogroups.com>; Dikbud <dikbud@yahoogroups.com>
Sent: Friday, December 21, 2012 7:17 AM
Subject: [DIKBUD] M Nuh : Membeli Masa Depan dengan Harga Sekarang

 
Koran Digital <korandigital@gmail.com> Dec 20 08:37AM +0700  

RENCANA penerapan kurikulum baru untuk tingkat pendidikan sekolah dasar
(SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) pada 2013 menjadi pembicaraan
hangat.
 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun mengambil
langkah uji publik.
Upaya itu baru pertama kali dilakukan dalam sejarah perubahan kurikulum.
 
Tim pengembangan kurikulum akan mengolah masukan yang diperoleh dalam
kurun waktu uji publik selama 29 November-23 Desember 2012.
 
Untuk mengetahui lebih jauh berbagai hal terkait dengan Kurikulum 2013,
Media Indonesia mewawancarai Mendikbud Mohammad Nuh.
Berikut petikannya: Pertanyaan mendasar ialah mengapa kurikulum meski
diubah?
Kalau tidak dilakukan perubahan sekarang, nanti kita akan memproduksi
generasi usang, yang tidak cocok dengan zamannya. Akibatnya, nanti jadi
beban, sehingga memang harus dilakukan perubahan, meski dengan risiko
tidak populer.
 
Apa yang mendasari perubahan kurikulum?
Pertama, zaman sudah berubah. Yang dibutuhkan ialah kreativitas. Kita
butuh modal pengetahuan. Tapi, itu saja tidak cukup. Jadi harus ada
unsur produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Ke depan kita butuh
anak-anak yang seperti itu.
 
Sekarang sudah ada banyak keluhan. Anak-anak kita tidak kreatif. Kita
hanya mengejar hafalan.
Bahan pelajaran sedemikian banyak, anak dijejali terus. Lha, apa ini
harus dibiarkan?
Bagaimana hasil uji publik?
Alhamdulillah. Masyarakat meresponsnya positif. Tercatat hingga awal
minggu ini mencapai 10.000 lebih pengakses, dan yang memberikan masukan
atau tanggapan mencapai 5.000 orang lebih.
 
Umumnya mereka menyambut baik konsep pengembangan kurikulum ini. Boleh
dibilang hampir tidak ada yang menolak terhadap substansi dari kurikulum
itu.
 
Apa pasti diimplementasikan pada 2013?
Betul, kami ingin mengambil momentum tahun pelajaran baru bisa
diimplementasikan secara bertahap. Butuh waktu tiga tahun. Pada secara
bertahap. Butuh waktu tiga tahun. P 2013 dimulai untuk SD kelas 1 dan 4,
SMP kelas 7, dan SMA/SMK kelas 10. Pada 2014 dilanjutkan kelas 2, 5, 8,
dan 11, sedangkan pada 2015 dilanjutkan kelas 3, 6, 9, dan 12.
 
Lalu bagaimana dengan kesiapan gurunya?
Dalam implementasi tentu bukan hanya guru.
Manajemen sekolah dan kesiapan buku ada dan kesiapan buku adalah hal
yang juga penting.
 
Dalam hal penyiapan buku, ada dua yang disiapkan, yaitu buku pengangan
guru dan buku pegangan siswa. Karena sasaran pe nyempurnaan kurikulum
ialah siswa, buku-bu ku baru sebagai konsekuensi dari penyempurnaan
kurikulum tidak boleh menjadi beban masyarakat, beban orangtua.
Substansi buku merupakan tanggung jawab Kemendikbud, baik untuk buku
pegangan guru maupun siswa.
 
Soal kesiapan guru, pada tahap awal tidak melibatkan semua guru, hanya
guru-guru yang mengajar di kelas pilihan yang diprioritaskan.
Sekitar 350 ribu guru disiapkan dengan sistem master teacher.
 
Masukan apa yang paling dominan dari masyarakat?
Banyak yang menyederhanakan persolan kurikulum dengan mata pelajaran.
Sehingga masyarakat yang mempertanyakan kenapa IPA dan IPS hilang, TIK
tidak lagi diberikan, dan lainnya.
 
Padahal jika bicara kurikulum, itu pasti menyangkut empat elemen, yaitu
standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi
lulusan.
 
Publik sering menyederhanakannya dengan mata pelajaran. Sekali lagi saya
ingin menandaskan bahwa anak-anak yang mengenyam pendidik bukan untuk
kebutuhan sekarang, melainkan masa datang. Untuk itu, harus disiapkan
generasi yang kompeten supaya bisa membeli masa depan dengan harga
sekarang. Di sinilah sesungguhnya kata kunci dalam pengembangan
Kurikulum 2013.
 
Bisa Anda jelaskan maksud kalimat `membeli masa depan dengan harga
sekarang'?
Nah, pendidikan sebagai bagian dari sistem rekayasa sosial terbaik untuk
meningkatkan kesejahteraan, keharkatan, dan kemartabatan suatu bangsa
harus `dibeli' sekarang. Apa yang dipakai untuk `membeli' masa depan
itu? Adalah kompetensi.
Ada tiga ranah atau domain, yaitu dari sisi sikap atau attitude, sisi
keterampilan atau skill, dan sisi pengeta huan atau knowledge.
 
Kompetensi yang ingin kita capai ialah tiga-tiga nya harus masuk. Ini
yang dilakukan dalam pengembangan Kuriku lum 2013. (Bay/H-1)
 
http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2012/12/20/ArticleHtmls/WAWANCARA-Membeli-Masa-Depan-dengan-Harga-Sekarang-20122012022030.shtml?Mode=1

Salam
Satria Dharma
http://satriadharma.com/


__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (4)
Recent Activity:
Sekolah Bahasa Jepang Pandan College 021-2727-2511
.

__,_._,___

No comments: